Selasa, 24 Juli 2018

Pariban (2)

Pariban (2)

Setelah catatanku yg kuposting tempo hari tentang Pariban, seorang menginboxku menanyakan tentang apa dan bagaimana itu sebenarnya Pariban.
"Ito, bisa numpang nanyak?" Katanyalah attong samaku.
Tidak langsung kubalaslah inboxnya, kutelusuri dululah profilenya diam-diam.
Dia boru Batak, sering ngopload Poto pas di Gereja dan cantik 😂, jarang update status, hanya menshare hal2 yg mungkin menurutnya menarik.
Aku lihat-lihat, ternyata dia boru Manalu, secara langsung, taulah, dia adalah paribanku, 😀
"Bisa to, apakah yg mau ditanyai?"
"Pariban itu sebenarnya bagaimana sih? Bisakah Ito jelaskan?"
"Bagaimanalah kubilang ya to, cobalah Ito Cari di Google.." katakulah attong.
"Udah kucari to, tapi kurang paham jg aku to. Apalagi kulihat banyak Kali group2 orang Kita di FB dan WAG buat group Cari pariban, di Instagram juga banyak tentang pariban, bagaimanasih itu pariban? Bebaskah kita milih pariban atau bisakah Kita jadikan orang yg tidak bermarga jadi pariban kita?"
Dalam hatiku, "banyak kalilah pertanyaan orang satu ini!!"
"Gimanalah ya to, bisa minta no Telepon ito, nanti kita telpon atau WA an, biar bisa kujelaskan bagaimana sebenarnya konsep pariban itu.."
"Bisa to, 0********38291"
"Oke to, mauliate, Ito orang Mana?"
""Kalimantan Timur to, Ito?"
"Udah lamakah disana?"
"Lahir disini.."
"Pantaslah, kurang paham tentang Budaya Batak ya.."
"Paham sih paham, kami Selalu diajari Bapak dan Mama Budaya Batak!"
"Iyakah, ya sudahlah, nantilah Ito ku telepon ya..''
"Oke to.."
Kutelusuri sekalilagi profilenya, memastikan dgn baik, masih Muda, kelahiran 1994 juga, sama sepertiku, lulusan kampus swasta di Jawa.
Cocoklah, pikirku dalam hati.
Malamnya kutelpon dia, bergetar juga hatiku saat pertama mendengar suaranya, lembut dan damai, sedamai potonya yg kupandangi siang tadi 😂
Sejenak kami berbasa-basi, membahas hal-hal kecil untuk menghangatkan percakapan, lalu masuk ke hal itu, dengan detail kujelaskan bagaimana defenisi pariban itu, kujelaskan pula kalau kami juga adalah pariban, dia tertawa mendengar bahwa kusampaikan bahwa kami adalah pariban, berkali2 kutegaskan, berkali2 juga dia tertawa, dan aku semakin tidak paham apa arti tawanya itu.
Kami bicara panjang lebar.
Sesudah hari itu aku juga beberapakali mengirim WA sama dia, dia selalu membalas dengan hangat pesan-pesan yg kukirim.
Sampai sore ini, saat aku membuka Facebook ku, kulihat di kabar berita paling atas beranda, sebuah Poto undangan pernikahan.
** Boru Manalu dgn ***
Hahaha, aku tersenyum, antara yakin dengan tidak yakin!
Kubuka profile nya, kucek bagus2 lalu kubatalkan pertemanan, lalu kuposting status ini.
Hahaha, ternyata!
Selang beberapa lama, kulihat jg di status WAnya dipostingnya undangan serupa, Beberapa menit kemudian, dikirimnya juga undangan itu kepadaku!
Kubalaslah dgn kalimat standar, "Selamat ya, semoga berkat!"
Lalu kuhapus nomornya!

Minggu, 01 Juli 2018

Membebaskan Pemikiran Kita

Membebaskan Pemikiran Kita

Sebuah catatan bebas, mengantarkanku pada sebuah pemahaman bahwa Kita adalah benar-benar manusia yg bebas dalam pemikiran kita, tidak terkekang dan tidak Ada yg mengikat.
Bebas melakukan pilihan dan menikmati apa yg didepan.
Sebuah perjalanan yg mengantarkan Kita ketujuan dan catatan-catatan yg akan menceritakan sebuah petualangan.
Pernah suatu saat aku berpikir tentang sebuah kemungkinan, terbebas dari yg namanya waktu, tapi ternyata itu semua hanyalah imajinasiku.
Dan pilihan itu ternyata tergantung dari bagaimana kita mengatur waktu, berpikir untuk memahami sesuatu, bekerja untuk mendapatkan sesuatu dan pergi atau kembali untuk menemui sesuatu.
Dan aku ingin membebaskan diriku dari segala sesuatu itu, membebaskan diri untuk menulis cerita dengan versiku sendiri, mendeklamasikan puisi tulisanku sendiri, mendengar musik yg kusukai, membaca novel, menonton film, menghabiskan waktu mengunjungi tempat-tempat yg kusenangi dan bekerja.
Aku yakin semuanya adalah keindahan yg sempurna.
Aku juga ingin bebas menikmati semua, memikirkan seseorang dan menulisinya Surat tentang apa yg kupikirkan, menelepon teman dan bercerita berbagai pengalaman, mengajak rekan untuk merencakan sesuatu dimasadepan.
Tidak Ada yg lebih indah dan menyenangkan dibandingkan pemikiran yg bebas tanpa ikatan, tidak Ada yg lebih menyenangkan dibandingkan sebuah perjalanan untuk diceritakan dan semuanya akan jadi cerita dimasa depan.
Tetapi kadang semua itu sempurna, jika suatu senja yg sederhana, Kita membebaskan diri Kita dari segala sesuatu yg Kita Punya, untuk bersama mengawali sebuah cerita Sederhana  dimasadepan yg akan Kita Punya.

Membebaskan Pemikiran Kita

Membebaskan Pemikiran Kita

Sebuah catatan bebas, mengantarkanku pada sebuah pemahaman bahwa Kita adalah benar-benar manusia yg bebas dalam pemikiran kita, tidak terkekang dan tidak Ada yg mengikat.
Bebas melakukan pilihan dan menikmati apa yg didepan.
Sebuah perjalanan yg mengantarkan Kita ketujuan dan catatan-catatan yg akan menceritakan sebuah petualangan.
Pernah suatu saat aku berpikir tentang sebuah kemungkinan, terbebas dari yg namanya waktu, tapi ternyata itu semua hanyalah imajinasiku.
Dan pilihan itu ternyata tergantung dari bagaimana kita mengatur waktu, berpikir untuk memahami sesuatu, bekerja untuk mendapatkan sesuatu dan pergi atau kembali untuk menemui sesuatu.
Dan aku ingin membebaskan diriku dari segala sesuatu itu, membebaskan diri untuk menulis cerita dengan versiku sendiri, mendeklamasikan puisi tulisanku sendiri, mendengar musik yg kusukai, membaca novel, menonton film, menghabiskan waktu mengunjungi tempat-tempat yg kusenangi dan bekerja.
Aku yakin semuanya adalah keindahan yg sempurna.
Aku juga ingin bebas menikmati semua, memikirkan seseorang dan menulisinya Surat tentang apa yg kupikirkan, menelepon teman dan bercerita berbagai pengalaman, mengajak rekan untuk merencakan sesuatu dimasadepan.
Tidak Ada yg lebih indah dan menyenangkan dibandingkan pemikiran yg bebas tanpa ikatan, tidak Ada yg lebih menyenangkan dibandingkan sebuah perjalanan untuk diceritakan dan semuanya akan jadi cerita dimasa depan.
Tetapi kadang semua itu sempurna, jika suatu senja yg sederhana, Kita membebaskan diri Kita dari segala sesuatu yg Kita Punya, untuk bersama mengawali sebuah cerita Sederhana  dimasadepan yg akan Kita Punya.

Selasa, 26 Juni 2018

Zoo (2018) - Ulasan Ringan

Zoo (2018) - Ulasan Ringan

Berlatar PD II, Film ini mengangkat tema yg berbeda, sebuah kisah nyata dari Belfast, Inggris.
Bermula dari kedatangan seekor anak gajah ke kebun binatang di Kota Belfast, hingga keinginan seorang Anak Remaja untuk menyelamatkan hewan-hewan yg ada dikebun binatang tsb.
Keinginan terbesar Tom Hall ingin menyelamatkan gajah yg sejak awal diterima dan dirawat Ayahnya di kebun binatang Dan diberi nama Buster. Ketika penyerangan Jerman ke Belfask semua orang Dewasa dikirim untuk berperang, termasuk Ayah Tom yg adalah seorang Dokter Hewan, sehingga Kebun Binatang tsb ditutup dan perawatan gajah diserahkan kepada Dokter Hewan yg lainnya, hingga ada perintah untuk melakukan penembakan terhadap hewan-hewan yg dianggap berbahaya.
Karena kecintaannya kepada Buster, Tom dan Jane mengajak Pete yg ternyata mempunyai adik yg mengalami kelainan dan mereka membuat perjanjian untuk saling menjaga rahasia, mereka membawa kabur Buster dari kebun binatang dan tanpa diduga, Security penjaga kebun binatang melindungi mereka, awalnya Buster akan disembunyikan dihutan, tetapi ternyata tidak aman dan mereka menitip gajah tersebut dirumah seorang wanita tua pecinta hewan yg rumahnya hampir menjadi kebun binatang sungguhan.
Ternyata hilangnya Buster dari kebun binatang tsb masuk koran dan pemilik kebun Binatang menjanjikan akan memberikan hadiah kepada yg menemukan, disaat yg sama, ternyata Buster mempunyai penyakit dan harus diberikan Obat, mereka terpaksa kembali ke kebun binatang, tetapi saat itu terjadi pengeboman Kota Belfast oleh tentata Jerman, Tom dan Jane memaksakan diri utk tetap mengambil Obat tsb, setelah Obat diambil, Tom dan Jane berpisah, hingga esok harinya, Jane ditemukan meninggal terkena ledakan Bom, dan Pete sempat menuduh bahwa Tom adalah penyebab meninggalnya Jane.
Tetapi semuanya berakhir bagus, Dokter yg menggantikan Ayah Tom akhirnya bekerja sama dengan mereka, dan Buster di kembalikan ke Kebun Binatang dan Ayah Tom pulang dari Medan perang dengan selamat.
Semua baik-baik saja.
Secara keseluruhan, alur ceritanya mengalir begitu saja, namun beberapa bagian tidak terprediksi, penokohannya bagus dengan latar berciri khas kota di Inggris jaman itu dan aksennya menggunakan aksen Inggris asli.
Penggambaran suasana perang hanya terlihat pada saat pengeboman dan reruntuhan yg tersisa.
Untuk rekomendasi ditonton, mungkin Ada film lain yg lebih menarik 🤔